Ngupingku Sayang, Ngupingku Malang…

photo-4

Kok ga pernah keliatan barengan lagi?

Pertanyaan itu ditanyakan oleh seorang yang duduk di sebuah stasiun kereta di daerah Jawa Timur kepada seorang (yang sepertinya) teman lama yang baru bertemu dan duduk disampingnya, sepertinya mereka mau ke Surabaya dan kebetulan bertemu di Stasiun. Akhirnya saya yang dari tadi asyik membaca sebuah buku sambil goyang-goyang kaki sedikit tersentak pertanyaan itu dan tertarik untuk sedikit “nguping” obrolan antara dua orang disamping saya itu.

Kemudian dari kejadian tersebut dapat disimpulkan bahwa ternyata …

Dari momen diatas, akhirnya saya menyadari sesuatu bahwa, orang di sekitar kita sebenarnya adalah sebuah pengingat, mereka akan sangat menyadari ketika ada hal yang berbeda dari kita, entah itu kebiasaan, atau apapun hal-hal yang biasanya ada di sekeliling kita kemudian menjadi tidak ada, ataupun tidak terlihat seperti biasa, padahal kita sendiri pun mungkin tidak menyadari dan tidak memperhatikan hal-hal tersebut.

Orang-orang di sekeliling kita biasanya mereka akan lebih awas, termasuk ketika apabila misalkan kita berkawan baik dengan seseorang dan selalu melakukan banyak kegiatan bersama-sama, kesana kemari selalu bersama, maka ketika suatu saat kita pergi sendirian, maka orang di sekeliling kita akan melihat itu sebagai kejanggalan yang tak lazim.

Dan dari sebuah pertanyaan pendek di atas yang belakangan juga ditanyakan beberapa kawan kepada saya, dan selalu saya jawab dengan pendek, “emang iya yah? Nggak juga ah” itu, semakin meyakinkan saya bahwa sebenarnya saya masih diperhatikan, untuk satu hal yang satu ini saya sangat bersyukur masih di perhatikan, dan setelah saya jawab pertanyaan itu hamper dapat dipastikan bakalan terlontar pertanyaan-pertanyaan turunan yang bercabang kemana-mana yang terkadang enggan saya jawab, yang pada akhirnya untuk menghentikkan pertanyaan-pertanyaan bercabang itu saya tutup dengan pernyataan, “masih suka barengan kok, mungkin jarang lihat aja” sedikit berlebihan dan ampuh menangkal, pernyataan-pernyataan itu.

Kenapa berlebihan? Karena sebenarnya pada kenyataannya nggak seperti itu. Kemudian saya gali lebih dalam lagi, kenapa sampai pertanyaan “Kok ga pernah keliatan barengan lagi?” ini bisa terlontar, ternyata semuanya mengerucut kepada sebuah kemungkinan, oh,…mungkin ada yang tidak seperti sebelumnya, atau katakanlah perubahan pola, nah, berarti kesimpulannya adalah, ketika pertanyaan itu terlontar berarti orang di sekeliling kita melihat perubahan pola yang tak seperti biasanya, kata kuncinya “perubahan” , padahal saya bukanlah orang yang dinamis untuk hal perubahan dalam konteks hubungan sosial antar sesama manusia, dengan kata lain, dalam hal bersosialisasi atau berteman saya adalah orang yang jarang bahkan nyaris gapernah berubah atau melupakan orang, dan ini akan saya akui dengan sungguh-sungguh, saya adalah seorang pengingat momen, jadi ketika ada sebuah momen-momen yang membekas bersama siapapun maka sampai seumur hidup saya hampir dapat dipastikan saya nggak bakalan melupakan orang tersebut.

Pada dasarnya ketika saya berkawan atau bersosialisasi dengan siapapun maka, untuk saya itu adalah komitmen seumur hidup.

Tetapi tetap saja momen diatas telah menyentak alam bawah sadar saya akan sebuah hal, tetapi terima kasih telah ingat, mengingatkan dan semoga diingat…….

Stasiun Besar Kota Malang, 13 April 2015, 10.15

Dan kami sepakat…

Karena wanita yang tidak memakai make up setiap hari itu menarik karena tahu bagaimana menghargai wajahnya, dan memiliki prioritas untuk tidak melakukan hal yang kurang esensial itu setiap hari, dandan bermake up tebal…

Karena wanita yang mendengarkan radiohead dan the cure itu adalah menarik menurut saya. Karena wanita itu sudah terlalu rumit untuk difahami, tetapi mereka malah mendengarkan hal yang rumit, ini adalah oxymoron buat saya.

Karena wanita yang jumlah buku di kamarnya lebih banyak dibandingkan jumlah pakaian di lemari nya adalah mempesona, karena mereka mengutamakan isi kepala dibandingkan dengan tampilan fisik, kelak inilah calon ibu dari anak-anak saya.

Karena wanita yang bermain gitar adalah menarik untuk saya, karena mereka percaya bahwa hal yang tak mungkin bisa menjadi mungkin, dan bahwa hidup itu juga adalah tentang harmoni yang membahagiakan banyak orang.

Karena wanita yang memakai sepatu canvas berlogo bintang buatan amerika itu istimewa dimata saya, mencerminkan jiwa yang bebas, sederhana dan tidak malu untuk tidak terlihat cantik dimata pandangan common sense.

Karena wanita yang memakai kaos band paporitnya itu adalah keren, berani berekspresi dan tanpa canggung berani menunjukkan hal yang mereka sukai, tanpa peduli dengan apa yang disukai orang lain.

Karena wanita yang memakai jaket denim itu terlihat cantik dimata saya, karena mereka rela tidak terlihat anggun demi kenyamanan berbusana, dan senantiasa berani menjadi diri sendiri.

Karena wanita yang memegang kamera adalah wanita yang cantik menurut saya, karena mereka senang merekam momen dengan cara yang indah, untuk kemudian membingkai dan menyimpannya, supaya semua orang menyadarinya.

Karena wanita yang berani berjalan kaki dan naik kendaraan umum itu terlihat menarik dimata saya, karena mereka tetap waspada tanpa harus curiga dan buruk sangka kepada orang lain, dan mereka telah mengolah keberaniannya dengan baik.

Karena wanita yang mau dibonceng dengan motor tua itu sangat adorable, karena mereka menghargai proses bukan hasil akhir, dan mereka adalah individu yang dipastikan sabar dan sederhana dalam berlaku.

Karena wanita adalah energi, energi yang senantiasa menguatkan untuk selalu berjuang menjaganya dan bangga bersamanya.

Itulah sebelas hal, yang tadi malam disampaikan seorang teman kepada saya, bahwa saya menyukai hal-hal tersebut di atas.

Dan kami sepakat…

Never Been Better Kemang, 06042015 22.43Wib

The Guitar strings the nerves

Lagu sederhana dengan menggunakan gitar akustik memang selalu menarik dan selalu menimbulkan kesan sederhana namun memiliki kedalaman makna ketika didengarkan,
Banyak lagu yang belakangan termasuk kedalam daftar most played playlist di komputer saya, entahlah lagu-lagu ini secara acak dan tanpa sadar saya dengarkan tanpa ada sebuah kriteria benang merah yang jelas, hanya diputar begitu saja, dan ternyata semua lagu-lagu ini merupakan lagu-lagu akustik, yang sangat dominan suara gitar akustiknya ataupun walau memakai tambahan instrumen gitar elektrik tetapi tanpa menggunakkan efek distorsi.
Dan kali ini saya akan berbagi musik dan lagu yang sedang saya sangat sukai dan berulang kali saya dengarkan belakangan ini, sepuluh lagu yang sangat kental nuansa akustiknya.

abah iwan

Abah Iwan Abdurrahman – Mentari
Mungkin salah satu lagu tertua yang ada di daftar ini, diciptakan oleh penulis lagu yang sempat memiliki band bernama Kalikausar dan sangat concern dengan tema-tema tentang alam dan memiliki lirik yang filosofis dan bermakna dalam, sangat layak menjadi lagu yang layak menjadi pembuka, karena dinyanyikan dengan sangat semangat tetapi tetap penuh emosi yang akan menjadi sangat pas untuk menjadi pembuka hari dan jembatan ketika menikmati lagu selanjutnya.
Senandung+Sore
Senandung Sore – Bias Mentari
Kemudian dilanjutkan dengan lagu dari kelompok asal kota surabaya ini yang sangat mengalun santai di awal dan beranjak riang di pertengahan lagu, sangat cocok untuk memulai hari yang cerah, kelompok musik yang pertama saya ketahui dari sebuah lagu yang mereka bawakan untuk soundtrrack sebuah film layar lebar ini ternyata memang memiliki materi-materi yang berbahaya dan salah satunya adalah lagu ini.
harjay
Harapan Jaya – Pergi (la…la…la…)
Sebuah lagu dari jaman saya sekolah menengah, penuh cerita, saya membeli kaset pita dari album pertama Harapan Jaya ini dari uang jajan selama seminggu, cukup berat tapi terbayar rasa puas ketika membuka kaset, lalu tercium wangi pita baru hitam kecokelatan, ahhh … memutar kaset pita itu sangat menyenangkan.
pygmos
Pygmy Marmoset – Cerita Senja
Eksponen perwakilan dari pulau dewata yang cukup menjanjikan, duo folks yang walaupun belakangan agak-agak overrated tapi untuk yang satu ini, materi-materi ini cukup bernyawa untuk kita dengarkan, dan kualiteit nya yahud,…..okeh banget lah pokoknya, walaupun terkadang suara sang vocalis mengingatkan saya kepada duo folks yang itu,….
ari_reda-01
Ari Malibu feat. Nana dan Mimi – Dalam Diriku (Musikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono)
Konsep yang sampai saat ini saya masih takjub dibuatnya, bagaimana tidak, untuk yang pernah membaca bukunya ini adalah sebuah seni purwarupa media yang bisa menjadi sudut pandang baru dalam menikmatinya, dan bukan tidak mungkin bahkan dapat menampilkan interpretasi baru yang berbeda dari karya-karya puisinya Sapardi, dan komposisi musikalisasi inilah yang menjadi favorit saya, indah dan sederhana.
420
4.20 – Diskusi Senja
Aransemen yang sederhana namun mengadiksi saya untuk terus menerus memutar lagu ini, walaupun disisipi hasrat substansi pembangkit imajinasi utopis, tetapi tetap saja lagu ini sangat nyaman untuk terus saya dengarkan, dengan musik dan lirik sederhana dan diciptakan oleh salah seorang personil band Geisha ini.
float
Float – Sendiri (Guruh Soekarno Putra)
Sial, mereka berhasil, sangat berhasil malahan, merepresentasikan kembali lagu gubahan GSP yang dipopulerkan pertama kali oleh mendiang Chrisye, mereka mengganti intro sakral suara piano dengan dentingan gitar akustik, yang membuat nuansa berbeda dari lagu ini, lirik yang puitis dan suara vokal yang khas menjadikan lagu ini adalah remake yang sangat sempurna menurut saya.
tigapagi
Tiga Pagi – Alang-Alang
Intro suara flute dan gitar akustik memainkan nada-nada semi pentatonis yang sangat syahdu, lirik yang mengalun lamban, merupakan daya tarik utama dari lagu ini, salah satu lagu paporit dari repertoar album masterpis mereka.
danilla
Danilla – Sangkakala Kalbu
Suara nya yang khas dan sekilas mirip dengan suara penyanyi jazz kenamaan Iga Mawarni ini memang cocok dengan lagu-lagu yang bernada murung dan bernuansa jazz kental seperti ini, pertama kali saya suka lagu ini adalah karena judulnya yang cukup menarik buat saya, judulnya sedikit menyeramkan namun puitis.
ridasitadewi_2
RSD (Rida, Sita, Dewi) – Satu Bintang di Langit Kelam
Saking Suka nya dengan trio ini saya sampai mengumpulkan semua rilisan kasetnya, bukan sekedar berparas cantik, ketiga wanita ini juga memiliki suara yang bagus, dan harmonis, dan terutama di lagu ini, yang digubah oleh Dewi Lestari, memiliki ciri khas pada lirik dengan diksi yang tidak cheesy tetapi tetap romantis, dan pertama kali suka dengan lagu ini adalah karena judulnya yang menggunakkan bahasa indonesia yang keren, menurut saya, i love RSD………
Lagi-lagi musik telah sangat berperan di dalam keseharian saya, dan betapa ajaibnya bahwa musik ini bisa sangat membantu memecahkan banyak masalah, dan musik juga telah menjadi media meditasi untuk saya mencapai ketenangan bathin.
Terima kasih kepada semua yang menimbulkan bunyi harmonis.

Waiting for Nothing

wfn

Your last call was end in 15 minutes ago
But your voice still around my mind
Your last word make me feel so bad
And my words are falling down

This is 11.30 and i can’t sleep
I can’t stop think of you now
You just like my nightmares comes to my dream
again… and again…

I’m waiting for nothing…
our story end and now we can’t back till the end of time
when the sun goes down no we seems so far away ?

the dream to westland, twitter, inbox and lost hope over two years ago…,redundant.

Ketika firasat bekerja sama dengan rasa

resize

Ada sebuah cerita antara seorang ibu dan anaknya yang terpisah jarak, mereka berada di dua kota yang berbeda, namun masih selalu saling berkabar dalam aksara.

Sang ibu tiba-tiba saja mengirim pesan singkat, “Assalamu Alaikum, De…Ade kerja jam berapa hari ini? “

Pesan diterima sang anak lalu dengan segera dibalas, “Wa Alaikum Salam, Lagi dikantor bu, masuk pagi, kenapa? Gimana ibu udah sehat? Udah dinas lagi?

Menunggu sejenak lebih lama dari sebelumnya, lalu pesan baru masuk ke henpon warna hitam punya si anak, lalu nampak di layar sebuah pesan balasan dari sang ibu, “Belakangan ibu ga enak perasaan, tadi malam juga ibu mimpiin ade,…ade nggak kenapa-napa kan?

Pesan balasan kedua dari sang ibu lalu diterima, “Alhamdulillah Ibu udah sehat, udh dinas lagi kaya biasa”

Sang anak sedikit terlihat berfikir kemudian mulai mengetik balasan pesan untuk sang ibu.

Lalu sang anak menulis, “Ade alhamdulillah sehat, Cuma lagi ada yg dipikirin aja, yauda ibu jaga kesehatan biar ga sakit lagi, ade khawatir sama ibu”

Balasan dari sang ibu diterima, “Mikirin apa ade? Pacar? Lagi naksir cewe? Apa baru diputusin? , coba cerita sama ibu?

Semakin menarik nafas panjang sang anak dengan segera membalas pesan, “Iya biasa bu, Ade lagi sedih gitulah, biasa anak muda, apalagi coba, lagian ibu tuh selalu aja tau…..zzzz , tekan send lalu kembali menyusun tumpukan CD yang yang dari tadi berantakan.

Tung, suara pesan masuk, tanda balasan dari sang ibu, “Makanya jangan lupa shalatnya, jangan bolong-bolong, … yauda ibu doain semoga dapet yang ade mau,yah….udah makan belum?

Lalu dibalas oleh sang anak, “Iya bu, doain ade yah,….ini baru mau makan, abis beres-beres dulu tadi…..”

“Ya udah, makan dulu,….jangan lupa Asharnya yah…udah mau Maghrib nih. oya, tuh si kutil ponakan ade minta dibeliin Frozen katanya….” Balas sang ibu.

Setelah pesan diterima dan dibaca dengan seksama, lalu dibalas, “Iya ini mau makan kok, iya bilangin nanti kalo pulang ade beliin……”

______ end chat _______

“We are born of love; Love is our mother.

Rumi

Introspeksi Lima Menit

Sebenarnya diantara manusia itu terlalu banyak makhluk pagi, terlalu banyak penyuka pagi, padahal kita membutuhkan penyuka sore, seperti halnya saya,…karena hidup tak melulu mengenai semangat, karena terlalu banyak yang bersemangat di pagi hari, dan kurang introspeksi di sore penghujung hari, sore atau senja, waktu lainnya yang saya suka selain dini hari.

Dan terbukti bahwa seperti sekarang saya terus menguap dari tadi pagi dan di akhir minggu ini saya harus masuk pagi di kantor, dan ngantuk karena semalam saya berkumpul bersama teman-teman lama semasa kuliah hingga larut, porsi tidur yang sedikit dibanding biasanya mengakibatkan saya menguap terus di kantor, untung saja kerjaan hari ini tidak terlalu banyak, sehingga saya bisa sedikit beristirahat, dan menikmati musik sambil menulis seperti sekarang ini, sambil menunggu waktu sore hari karena saya akan bermain bola bersama anak-anak, ini membuktikan bahwa saya menemukan kebahagiaan di sore hari, dan hanya mendapatkan rasa ngantuk di pagi hari.

Lalu saya buka situs upload musik dan audio yang setiap hari saya buka, karena saya ingin mendengarkan sebuah lagu yang beberapa hari ini setiap hari saya dengarkan, sebuah lagu yang cukup mendalam secara lirik, gaya pemilihan bahasanya sangat saya sukai, karena sederhana tetapi bermakna dalam, dan terkadang saya sedikit melamun terenyuh memaknai lirik dan musik dari lagu ini…

Akan Tiba Saatnya

Akan tiba waktunya, engkau tak lagi kusukai

Tetapi itu tak mungkin, yang aku yakin…Itu tak mungkin

Akan tiba saatnya, engkau tak lagi kurindui

Tetapi itu tak mungkin, yang aku yakin…Itu tak mungkin

Terfikir ini saat aku kecewa olehmu

Terfikir ini saat aku kecewa olehmu

Akan tiba saatnya, engkau tak lagi ingini

Tetapi itu tak mungkin, yang aku yakin…Itu tak mungkin

Akan tiba saatnya, engkau tak lagi kumaui

Tetapi itu tak mungkin, yang aku yakin…Itu tak mungkin

Terfikir ini saat aku kecewa olehmu

Terfikir ini saat aku kecewa olehmu

Tetapi saya selalu yakin kalo sebuah lagu itu bakalan ada pasangannya, sebuah penyeimbangnya, dan tanpa sengaja akhirnya saya menemukan penawar dari lagu “Akan Tiba Saatnya” , yang lagi-lagi liriknya sangat saya sukai, dan saya nobatkan kalo lagu dibawah ini adalah penawar dari lagu diatas…

Semacam kasih sayang

Semacam kasih sayang,
Yang kuberikan padamu
Meski tidak sehebat
Matahari pada dunia

Ini pun kasih sayang
Yang kuberikan padamu
Meski tidak semewah
Sbagaimana orang lain

Oh hanyalah kepadamu
Oh hanyalah untukmu

Inilah kasih sayang
Yang kuberikan padamu
Dengan tanpa peduli
Bagaimana engkau membalas

Oh hanyalah kepadamu
Oh hanyalah untukmu

Bandung, 1997

Sungguh barisan lirik yang memiliki kedalaman tertentu. cenderung sufistik dan saking luar biasanya, sudah belasan kali saya memutar kedua lagu ini, yang menurut saya layak untuk dijadikan bahan perenungan saya di hari minggu ini.

Semoga saya tidak mengeluh, selalu belajar ikhlas, tidak berburuk sangka dan senantiasa tulus dalam berlaku :)

Ada di Side B Lagu ke Empat…

Kembali mendengarkan, album Camelia III dari Ebiet G. Ade, kemudian tiba-tiba sedikit terpaku mendengarkan sebuah lagu yang sedikit bernuansa Country Ballad, dengan judul yang literal dan jujur, lagu yang cukup membuat lunglai di terik hari ini.

photo

DENGARKAN LAGU : EBIET G. ADE – ADA YANG TAK MAMPU KULUPA

Ada yang tak mampu kulupa

Ada yang tak mampu kulupa

bulu lembut di keningmu

yang,

meremang kala kukecup

dan ketika kusibak rambutmu

 

Ada yang tak hendak kubuang

serangkaian kenang-kenangan

yang tergambar di gelap malam

dan tersimpan di pucuk daunan

 

Langit di atas simpang jalan

menemaniku bernyanyi

bagai gejolak pohonan runtuh

bersama gitar bersama sepi

bersama luka dan cinta

aku masih sempat bernyanyi lagi

 

Ada yang mesti kupikir lagi

melepas dendam dan sakit hati

dan berjuang membendung benci

Tuhan, jagalah tanganku ini

 

Yogya, 1978