Sedikit berkata

silence-speaks-79426-500-550

Menjadi seorang yang sukar berkata-kata banyak terkadang menyulitkan dan membuat orang selalu salah duga, tapi itulah adanya saya, bahkan menjadi orang yang diam saja masih dianggap macam-macam, apalagi jadi orang yang banyak bicara?

Terkadang orang selalu melihat sebuah hal itu dari yang kelihatan saja, tanpa mendalami maknanya, hakikatnya, lebih mendalam, padahal menjadi pendiam itu adalah sebuah refleksi rasa syukur kita kepada Tuhan, pernahkah kita menyadari hal itu, dan terbukti kenapa tuhan melengkapi manusia dengan sepasang mata, sepasang telinga dan sebuah mulut, harusnya dari sini pun kita harus dapat menyadari bahwa secara fungsi pun manusia itu diciptakan untuk melihat dan mendengar lebih banyak daripada berbicara.

Saya mengakui bahwa saya adalah orang yang pendiam, walaupun pada kondisi-kondisi tertentu saya bias melakukan hal sebaliknya, tetapi tetap saja, pada dasarnya saya adalah orang yang lebih senang diam, tenang dan tak terlalu suka berkata-kata. Karena saya meyakini bahwa diam itu sebenarnya adalah meditasi yang paling dasar, pernahkah kita menelaah sedikit lebih dalam, bahwa orang bertapa, meditasi, bertafakur, menyepi, dan semua hal yang mendamaikan dan menenangkan, bahkan bersifat religius semuanya itu mengandung unsur diam.

Diam bisa mengungkapkan beribu rasa yang tengah menggelora. Ketika benci, ia diam. Ketika marah, ia diam. Bahkan ketika ia mengerti, ia pun diam. Diam tak selalu berarti abai karena terkadang diam adalah suatu bentuk kepedulian yang teramat besar.

Diam bukanlah sebuah kondisi tanpa makna. Dalam diam tersimpan beribu jawaban dan berjuta tanya, apakah itu buruk ataukah baik. Diam tak selalu mengkiaskan sifat pengecut. Ia hanya melukiskan sebuah bentuk kehati-hatian, karena ia tahu bahwa diam adalah jawaban terbaik yang ia punya, karena ia tahu bahwa ketika ia mengatakan apa yang ada dalam pikirannya maka akan ada yang terluka oleh lisannya. Diam berarti berpikir keras, karena ia tahu bahwa kesia-siaan akan muncul dari lisan yang bicara tanpa pemikiran yang matang. Diam terkadang dibutuhkan dalam segala hal karena dengan diam keadaan dapat kembali tenang. Diam juga berarti menunggu, menunggu saat yang tepat untuk semua tanya dan jawaban di saat yang tepat.

Bahkan ada seorang budayawan terkenal mengemukakan bahwa Diam-diam mendoakan. Itulah arti saling mencinta, sampai sebegitu luhur kah arti dan nilai dari sebuah sikap diam, bahkan urusan diam adalah olah-batin dan terejawantah ke perilaku hidup.

Hingga akhirnya saya sampai ke tahap bahwa diam itu berkaitan dengan tubuh, ruang, waktu, alam, benda, peristiwa. Diam itu ejawantah kedirian. Diam mengandung kehendak refleksi. Diam mengajarkan mawas diri. Diam itu olah kesabaran. Diam adalah situasi batin terjelmakan dalam ketubuhan.

Walau terkadang derita dan kesusahan memang sering dijadikan alasan diam. Manusia bergantung sebab-akibat. Diam tak sekadar “akibat”. Diam justru membuktikan laku-hidup di segala situasi. Diam untuk menenangkan, membersihkan, membeningkan.

Seringkali pula terkadang kesusahan dan kenestapaan seseorang juga bisa menyebabkan seseorang tersebut menjadi diam, kemudian bersedih meratapi apa yang terjadi adalah kesia-siaan.

Akhirnya agar rasa diam itu bisa diolah dengan baik maka sebaiknya kita harus mampu mengarahkan potensi diam kita, karena bisa diam itu luar biasa, dalam diam itu ada damai. dalam diam itu ada penyelesaian. dalam diam bisa terhindar masalah. Tetapi itu bukan berarti saya akan diam saja, terkadan ada kondisi bahwa kita harus luwes dan mampu untuk angkat bicara, karena terkadang ada hal-hal yang memang perlu diekspresikan dengan tidak diam, maka bijaklah dan diamlah pada waktunya!

Diam adalah sebuah sikap fisik, jadi janganlah kita sampai keliru menilai bahwa diam itu tidak bergerak dan tidak berfikir, itu jelas salah. Bahkan beberapa orang yang kita katakan pendiam juga sebenarnya berfikir lebih banyak dari kita. Hal ini bisa kita lihat kejiwaan seseorang berdasarkan karakter prikologisnya, tetapi sepertinya hal itu akan memakan banyak waktu apabila kita bahas disini.

Tetapi apa yang kita ketahui tentang diam selama ini, sebenarnya masih berkutat pada penghakiman bahwa diam itu tidak membawa manfaat. Kita selalu menganggap jika berdiam diri, seseorang tidak akan mendapatkan kehangatan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Walau jika kita lihat secara fisik, diam membawa mudharat tidak adanya komunikasi dengan orang lain dalam waktu tertentu bahkan membuat penyakit psikologis tertentu. Bahkan yang sering kita menyebut mereka sebagai psikopat, atau yang lebih umum adalah orang aneh.

Beberapa orang adalah pendiam seperti saya, namun nilai tambahnya adalah saya memiliki dunia yang tidak dimiliki oleh orang lain. Seperti ketika saya berdiam diri di kamar, lalu sambil mematikan lampunya dia duduk di pojok ruangan sambil berfikir banyak hal –saking banyaknya sampai dia tidak ingat satupun, memiliki dunianya sendiri.

Hampir sama dengan diam-nya orang yang sedang putus cinta, dia akan jadi pendiam, penyendiri, lalu mulai teringat-ingat kisah cintanya, tentang harapan dan kebahagiaannya, lalu teringat bagaimana kekasihnya menyakiti hatinya. Tetapi di balik diamnya, tersembunyi rasa nikmat yang menghubungkan pikirannya dengan masa lalu, tapi secara bersamaan timbul penyesalan dan rasa sakit yang luar biasa. Ketika kita diam, terkadang kita merasa ada kenikmatan yang tidak bisa di ungkapkan, sekaligus kesakitan yang sangat, inilah yang disebut harmoni kehidupan.

Words like violence / Break the silence / Come crashing in / Into my little world 

“Dalam diammu, aku mendengar banyak suara,. Diammu berkata-kata”

-Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade-

 

Peran Keseimbangan

“Take us on the straight path…”

Al-Fatihah 6

Manusia adalah guru dan murid pada saat yang sama, artinya kita bisa menjadi guru dan murid pada saat bersamaan. Jadi, secara kodrati, manusia itu sebenarnya multitasking, bisa melakukan banyak hal selagi memikirkan hal lain bahkan selagi memikirkan banyak hal, kemampuan pikiran kita dengan koordinasi otak mampu mengelola hal ini, tetapi terkadang egoisme dan rasa rendah diri terkadang membuat salah satunya menjadi dominan dan hal lainnya tenggelam karena kedua hal tersebut.

Rasa egois, yang seharusnya kita hindari karena sifat ini bisa menutupi kemampuan manusia sebagai murid, pendengar, ataupun orang yang membutuhkan pengetahuan baru menjadi kalah dominan dan tertutupi, sedangkan rasa rendah diri bisa membuat kepercayaan diri kita tenggelam, menutupi banyak potensi kita untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain, berbagi yang tanpa menggurui dan menjadi dominan.

Berbagi dan dibagi menjadikan sebuah kesimpulan bahwa love equal with shared. Manusia sebagai mahluk sosial sudah sepantasnya lah menjalankan tugasnya, sebagai mahluk yang saling memberi manfaat, karena berbagi dan dibagi adalah setara, tak ada yang lebih superior diantaranya, karena hakikat kehidupan adalah harmoni keseimbangan, akan ada dua sisi didalamnya, yang menjadikan sebuah keseimbangan, pun dalam hal berbagi dan dibagi, karena jika tidak ada salahsatunya maka akan terjadi ketidakseimbangan, bayangkan saja ketika tidak ada gelap, maka terang takkan terasakehadirannya dan manfaatnya, begitu juga ketika kita akan berbagi, apabila tak ada yang bisa dibagi, maka perbuatan kita itu akan sangat sia-sia, sehingga pada nantinya janganlah kita merasa superior ketika sedang menjadi orang yang mampu berbagi, karena ketika tak ada orang yang menerima ataupun yang dibagi, maka kita bukanlah apa-apa dan semua yang kita lakukan adalah sia-sia semata.

Pada akhirnya ketika semua orang memahami dan mengerti peranannya masing-masing, Lalu, semua hal di dunia ini akan seimbang yaitu ada yang membagi dan ada yang dibagi, dan kemudian dari semuanya ini akan bisa disimpulkan bahwa semua hal di dunia memiliki peranan, sekecil apapun perannya itu.

Jangan bersedih, tetap bersyukur dan terus mencari hakikat peranan hidup kita. Karena tuhan takkan mengadakan sesuatu hal yang sia-sia, sekecil apapun sesuatu hal itu terlihat.

 

“Seperti halnya semua distorsi yang membutuhkan busa penyerap. Seklasik dan sempurnanya sebuah vespa takkan berjalan baik tanpa knalpot, walaupun knalpot itu kotor, bising dan berada dibawah, tak terperhatikan…”

Enolaism 25022015 00.19

#GentlyPlayingMixtape

Seraya sudah lama saya tidak membuat sebuah mixtape yang bersifat personal, sangat lama malahan, entahlah mungkin sudah sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu terakhir kali saya membuat mixtape yang isinya benar benar saya kurasi dengan baik dan berkali-kali revisi, dan akhirnya hal itu saya lakukan kembali beberapa hari yang lalu.

Mixtape atau merupakan kependekan dari Mixed Tape ini sendiri merupakan sebuah bentuk artistik dari kultur musik di dunia, mixtape adalah merupakan rekaman musik yang di susun dan kemudian di rekam kedalam kaset dan mempunyai nilai seni, karena setiap mixtape yang dibuat oleh seseorang akan melalui sentuhan personal dari tiap pencipta, ada emosi didalamnya, sisipan rasa dimana dari sana akan tercipta nilai yang patut di apresiasi.

Kemudian tidak salah apabila kita menyimpulkan bahwa musik itu pada dasarnya adalah sesuatu yang diciptakan untuk dinikmati bersama, pembuat mixtape ini adalah orang tulus yang rela meluangkan waktu untuk membuat kompilasi lagu yang niat. dan disusun dan dipikirkan secara matang, dari lagu pembuka hingga lagu penutup. Lengkap dengan artwork kover. Dan sebenarnya sama sekali tidak ada keuntungan apapun, bagi si pembuat mixtape, hanya dengan tujuan mulia: berbagi rasa kesukaan, atau bahkan berbaki perasaan melalui lagu.

Malam ini pun demikian, rangkaian beberapa lagu yang saya pilih dengan seksama ini akhirnya rampung, setelah melewati proses kurasi yang cukup menguras energi, menguras konsentrasi, dan apapun itu namanya, akhirnya mixtape pertama setelah mixtape terakhir yang saya buat beberapa tahun lalu itu akhirnya selesai.

Dan didalam rangkaian lagu-lagu di mixtape ini, terkandung harapan yang saya tanamkan, rasa yang saya sisipkan, kenangan yang dibiaskan, dan ratusan mimpi yang saya balutkan semoga semuanya itu dapat disampaikan, walaupun mungkin terkadang saya merasa ekspektasi ini terlalu tinggi, tetapi tidak ada salahnya mencoba, mencoba membuat bahagia, semoga….

GentlyPlayingFront

LINK DOWNLOAD

Isi dari mixtape ini, saya persembahkan untuk orang yang mempercayai bahwa tulus adalah memberi dan memberi itu bahan baku kebahagiaan, maka percayalah bahwa membuat bahagia itu adalah benar-benar sederhana.

“There are all kinds of mix tapes. there is always a reason to make one, It’s always that one song that gets to you. You can hide, but the song comes to find you, I realize that I will never fully understand the millions of bizarre ways that music brings people together, But the answer is simple. Love is a mix tape.”

Rob Sheffield, Love is a Mix Tape

Hobi Baru

3

Belakangan ini saya sedang giat-giatnya melakukan sebuah kegiatan, hmmm….bukan, lebih tepatnya merangkum beberapa kegiatan jadi satu yah, itu kayaknya lebih enak disebut nyelow. Kegiatan tersebut boleh dibilang adalah salah satu bentuk pelarian saya dari kebosanan, prot…..asyedepppp, kegiatan tersebut adalah, berkendara naik motor ke tempat jual beli kaset bekas, milih kaset, lalu setelah dapet kaset yang dimau dilanjutkan dengan berkendara ke beberapa taman kota di jakarta, kemudian disana saya jalan kaki berkeliling taman, tiduran, melihat langit, sambil dengerin kaset di walkman butut saya, mendengarkan musik sambil ngeliatin orang-orang di taman yang kelakuannya juga macem-macem, dari mulai debt collector yang sedang istirahat, manula yang lagi jalan-jalan, tukang makanan, yang lagi latihan marching band, orang piknik sekeluarga, dan yang paling banyak dan primadona adalah ngeliat orang pacaran, dari mulai anak smp sampe bapak-bapak dan ibu-ibu yang udah bangkotan.

2
Taman-taman di Jakarta terutama yang berada di pusat kota, biasanya sangat terawat, sebut saja taman menteng ataupun Taman Suropati yang sering saya kunjungi, dan seperti biasa ketika sedang nyelow kesana, hahahahha kegiatan baru yang saya jelasin diatas saya sebut dengan nyelow…wkwkwkwk, biasanya ketika nyelow saya cuma sendirian, karena akan lebih efektif pergerakkannya, mau kemanapun, pindah taman, kapanpun bisa langsung berangkat, padahal sih alasan benernya emang ga ada temen aja bhahahah, tapi who care anyway….lah yah, Dan kegiatan nyelow sambil ngeliatin tingkah laku orang-orang yang beraneka ragam ini selalu jadi pesona dari hobi baru saya ini, pokoknya, best part nya, bagian paling wow nya itu adalah ngeliatin kelakuan orang-orang sekeliling. Seperti baru beberapa hari lalu, saya pergi nyelow ke tamsur alias taman suropati, ketika itu saya baru saja pulang dari Blok M, hunting kaset bekas dan akhirnya saya pikir bakalan enjoy kalo sambil nyelow dengerin lagu dari kaset-kaset yang baru didapet itu, yaitu album The Cardigans yang ketiga yaitu yang berjudul First Band on the Moon, sebuah album perkenalan saya dengan Nina Persson saat saya masih baru memakai seragam putih biru, ketika itu kaset band luar yang pertama punyai dari hasil nabung berminggu-minggu dan saya membelinya sekitar setahun setelah album ini rilis, dan itupun gara-gara melihat videoklip lovefool di MTV alternative nation, dan saat itu film Romeo and Juliet lagi gencar-gencarnya di bioskop, yess right……Claire Danes, dan di videoklip Lovefool ini, lesung pipit nya Nina Persson sangat menggemaskan, yassalam………., dan sukses album ini saya nikmati sambil tiduran di bangku Taman Suropati sambil menerawang ke masa hampir 20 tahun lalu ketika pertama kali mendengarkan album ini, sambil memandang sekitar, orang-orang yang sibuk dengan urusannya, dan pohon-pohon dan burung-burung terbang kian kemari, lalu nikmatNya yang mana lagi yang akan kau dustakan.

1
Sebenarnya, saya ingin melebarkan sayap untuk kegiatan nyelow ini ke tempat-tempat yang aga jauh tetapi masih deket-deket di sekitar Jakarta, dan yang sudah terpikirkan dan yang paling mungkin adalah, ke Bogor, selain nggak terlalu jauh dari Jakarta, di Bogor juga tempatnya sejuk dan adem, salah satu taman yang ada disana sebut saja Taman Surya Kencana, adalah taman yang cukup seru, yang masih dikelilingi oleh pohon-pohon besar dan disana masih banyak rumah-rumah vintage era kolonial, ataupun ke Kebun Raya Bogor yang asri dan penuh dengan tumbuhan-tumbuhan yang beraneka macam, tapi agak-agak subjektif sih alasan sebenarnya, karena kota kedua favorit saya setelah tanah kelahiran Bandung adalah kota bogor, dan bahkan saya pernah bercita-cita untuk memiliki rumah di Bogor, mimpi masa muda saat saya masih kuliah dan sempat memiliki kisah dengan orang sana, tsahhh…. Sedikit romansa lah.

4
Tetapi rencana itu masih belum bisa terwujud, karena beberapa hal, salah satunya adalah, saya agak bingung memilih moda transportasi ke sana, pilihannya adalah antara memakai kereta dan berkendara motor kesana, karena moda transportasi bus saya hapus dari daftar karena kurang efektif, jadi tinggal naik kereta api dan berkendara, tetapi saya lebih condong untuk berkendara motor ke Bogor, karena walaupun waktu tempuhnya cukup lama tetapi, saya bakalan cukup bebas berkeliling kota dan bebas mau pulang kembali ke Jakarta kapanpun saya mau, sedangkan apabila naik kereta, walaupun waktu tempuh lebih singkat, praktis, dan ekonomis, tetapi saya ga bisa leluasa karena jam operasi kereta yang terbatas, dan disana saya bakal kesulitan untuk berkeliling kesana kemari tanpa kendaraan, Tapi entahlah mungkin cara kedua-duanya bakalan saya lakukan demi nyelow di kota hujan ini.

Yeah, i love nyelow……

“ketika kau sendiri, kau akan tahu siapa dirimu sebenarnya…..”
enola 20022015

Dini Hari

Dini hari, saat yang paling tenang dari seluruh waktu yang saya ketahui, saat yang paling saya senangi untuk mereview apa saja yang saya lakukan seharian ini, waktu yang teramat sangat netral, waktu yang paling nikmat untuk mendengarkan radio juga, karena biasanya kalo jam segini, radio itu isinya lagu-lagu saja tanpa penyiar, dan entah kenapa kalo buat saya, mendengarkan lagu di radio biasanya lebih enak daripada kita mendengarkan sendiri di perangkat pemutar lagu, entahlah, itu keajaiban radio yang sampai saat ini saya percayai, dan saya masih amaze karenanya.

Ketika saya mengetik tulisan ini, saya ditemani oleh alunan lagu dari radio, sebuah lagu dari band Kaimsasikun, lagu itu berjudul Seudara Kita, cukup tepat didengarkan jam segini.

Hari ini saya mulai dengan pagi yang hujan di Jakarta, saya cukup senang kalo Jakarta hujan di pagi hari, sangat seksi dan menyenangkan. Jakarta yang hujan selalu menyenangkan buat saya, karena suasana akan sejuk dan saya suka teringat akan kota kelahiran saya Bandung yang udaranya juga sejuk.

photo

Beranjak siang, dan hujan telah reda, saya semakin percaya pada intuisi saya, entahlah, mungkin karena intuisi saya itu selalu tepat, karena tiba-tiba saya ingin mendatangi tempat favorit saya, yaitu lapak kaset bekas di bilangan pusat Jakarta, ya, kaset bekas……kaset-kaset musik yang saya kumpulkan, dan entah kenapa tiba-tiba hari ini saya ingin banget pergi ke lapak kaset, dan benar saja, disana tiba-tiba saya mendapatkan sebuah album dari penyanyi favorit saya sepanjang masa, yaitu album penuh kedua dari Nike Ardilla yang berjudul Bintang Kehidupan, dan alangkah senangnya saya hari ini, mendapatkan album ini.

Berlalu waktu menuju sore, akhirnya hari ini saya habiskan dengan menonton film, lebih tepatnya sebenarnya serial televisi, cuma terkadang kita menyebutnya dengan film supaya lebih gampang, akhirnya saya sukses menonton serial ini hingga 8 episode, waw…..lumayan banyak juga yah, yah namanya juga buang-buang waktu, harus begitu,…….harus nyampah, hahahaha.

Semakin petang lalu beranjak malam, tiba-tiba datang beberapa rekan yang membawa kabar dan mengajak untuk menonton pertandingan sepakbola indoor, ada turnamen intern kantor katanya, dan tanpa beralasan lagi saya kemudian ikut untuk menonton pertandingan tersebut, di lapangan saya bisa bertemu banyak teman-teman, bercanda dan tertawa, kemudian melihat tontonan olahraga sepak bola yang selalu menarik buat saya, terimakasih kawan-kawan semua, kalian membuat hari saya menyenangkan.

Malam semakin larut dan akhirnya saya pulang kembali ke kamar saya, nyalakan komputer lipat saya, memutar musik sebentar, kemudian saya putuskan untuk memutar gelombang radio dari perangkat portabel saya, dan akhirnya saya disini, mengetik, menulis semua hal yang saya lakukan seharian ini, di waktu favorit saya, Dini hari.

“Karena hidup adalah siklus, akhiran seseorang mungkin saja adalah awalan bagi orang yang lainnya, bersyukurlah…”

18/02/2015 02:59 enola

Untukmu Ibu Mixtape

IMG_5532Kakak saya, Ibu dan Saya (1987)

“Kami berdua sebenarnya sangat saling menyayangi, tetapi terkadang kami gengsi mengakuinya, padahal rasa kasih sayang itu nggak bisa dihalangi, dan ketika kita tidak memiliki wanita yang mencintai dan menyayangimu, masih ada seorang ibu yang cinta kasih sayangnya absolut selamanya. Aku sayang ibu…….” (Enola, 2014)

Hari ini bertepatan dengan tanggal 22 desember 2014, bagi sebagian kita yang mengetahui, hari ini biasa diperingati sebagai hari ibu, yah…hari ibu, tapi terkadang saya suka berfikir ada hal-hal dangkal yang selalu menggelitik buat saya, kenapa di Indonesia itu hanya ada hari ibu dan hari anak, padahal sebuah keluarga inti itu terdiri dari, ayah, ibu dan anak, tetapi kenapa di Indonesia tidak ada hari ayah, padahal di negara-negara barat, mereka memiliki hari ayah yang selalu mereka peringati setiap tahun, lalu negara kita secara keseluruhan selalu disebut dengan sebutan ibu pertiwi, kenapa tidak disebut bapak pertiwi? Kemudian kenapa di tiap sebuah negara berdiri selalu ada sebuah tempat yang disebut dengan ibukota? Kenapa? Apa alasannya, yang menjadikan ibu itu istimewa, bahkan di dalam agama yang saya anut pun, posisi ibu itu sangat istimewa, dengan posisi perbandingan tiga berbanding satu, yaitu kita harus menghormati ibu tiga kali lebih banyak dari ayah, bayangkan betapa pentingnya posisi ibu dalam kehidupan kita.

Tetapi terkadang momen peringatan seperti hari ibu sekarang ini, seringkali dianggap sebuah kegiatan seremonial yang latah dan ikut-ikutan, dan sebagian orang berfikir bahwa peringatan seperti ini tidak perlu, karena rasa cinta dan kasih sayang kepada orang yang kita sayang, dalam hal ini adalah ibu, bisa dilakukan setiap hari, Namun untuk saya tidak ada sebuah hal yang sia-sia termasuk melakukan peringatan hari ibu, bukan sia-sia karena alasan rasa cinta dan kasih sayang itu harus diberikan setiap hari, tetapi lebih ke sebuah momentum, bahwasannya sebuah hal yang luar biasa seperti ini harus diberikan sebuah momen khusus yang sangat istimewa, karena untuk saya, Ibu adalah seorang individu yang sangat istimewa dan tiada duanya, walaupun menurut catatan sejarah, alasan tanggal 22 desember diperingati sebagai hari ibu adalah disebabkan pada tanggal tersebut, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.

Di momentum hari ibu tahun ini juga, seperti biasa, saya merindukan ibu saya, dengan kondisi terpisah jarak, ruang dan waktu sebagai anak rantau di kota orang, cukuplah berkomunikasi lewat telepon bersama ibu. Seorang sosok yang sangat saya kenal sebagai seorang pahlawan pendidikan, saya selalu menyebut ibu saya seorang pahlawan, karena beliau adalah seorang praktisi pendidikan, atau pahlawan tanpa tanda jasa, karena beliau adalah seorang guru, seorang sosok pejuang pendidikan yang mengabdi demi pendidikan generasi muda, telah mengajarkan membaca, menulis dan berhitung kepada ribuan murid, mengabdi kepada negara, membantu mencerdaskan bangsa.

Kali ini pun saya menulis di blog ini sambil sekilas menerawang kenangan-kenangan saya bersama ibu, dan bagaimana sosok ibu saya yang terbaik ini di mata saya. Dari sejak kecil saya selalu diajarkan banyak hal, untuk selalu mandiri, selalu hidup jujur, dan disiplin, dan beliau selalu bilang, kalau saya jangan sampai malu-maluin jadi anak seorang guru, haruslah jadi orang pinter, karena akan lucu katanya kalau anak seorang guru tetapi tidak pandai.

Memiliki ibu terbaik di dunia yang selalu sibuk tetapi tetap mampu membagi waktunya untuk menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan kebanggan yang sangat besar buat saya, dan di hari ini saya telah membuat sebuah mixtape yang berisi 20 lagu yang keseluruhannya berisi tema tentang ibu, semua lagunya saya urutkan secara acak, dan semua lagu ini berasal dari lagu-lagu berbahasa Indonesia, dari circa 60an akhir, hingga saat ini, dan berasal dari warna musik yang berbeda beda.

Sebenarnya hal ini hanyalah untuk sebuah persembahan kecil saya untuk seluruh ibu yang ada di dunia pada umumnya, dan terutama untuk ibu saya yang sangat cintai dan rindukan.

Tetapi sebelum saya haturkan mixtape ini, izinkanlah saya untuk mengucapkan sedikit rasa terima kasih saya untuk ibu saya, beberapa kata yang tidak ada artinya dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan ibu saya untuk saya…., disini saya ingin mrngucapan terima kasih ibu karena kesediaan ibu karena telah mengandung saya, terima kasih ibu karena telah mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan saya, terima kasih ibu karena diajarkannya saya berbicara dan mengucapkan sebuah kata untuk pertama kalinya, terima kasih ibu untuk genggaman lembut tangannya saat saya melakukan langkah pertama saya, terima kasih ibu untuk senandungnya yang meninabobokan saya, terima kasih ibu untuk menenangkan di saat-saat terburuk saya, terima kasih ibu untuk ratusan kali bangun tengah malam untuk menyusui saya yang kelaparan atau pun mengganti popok saya yang telah penuh, terima kasih ibu untuk kesediaannya mengantar saya di hari pertama saya bersekolah, terima kasih ibu untuk membuatkan/membawakan bekal yang berbeda setiap harinya, terima kasih ibu untuk kesediaannya bangun lebih pagi dan membuatkan sarapan untuk kami semua, terima kasih ibu untuk membangunkan saya di pagi hari untuk pergi ke sekolah, terima kasih ibu untuk kesediaannya mengajarkan saya membaca, menulis dan berhitung, kerelaannya memasak untuk kami meskipun ibu capek karena baru pulang kerja, terima kasih ibu untuk maafnya saat saya melakukan pelanggaran yang melukai hatinya, terima kasih ibu untuk memanaskan air untuk saya mandi karena saya harus berangkat pukul 05.20 setiap harinya, terima kasih ibu untuk kekhawatirannya ketika saya belum tiba di rumah karena bermain dan lupa waktu, terima kasih ibu untuk senyum dan air matanya saat saya diterima di universitas, terima kasih ibu untuk upayanya membanggakan saya kepada rekan-rekannya, terima kasih ibu untuk upayanya untuk selalu mengecek keadaan saya agar saya selalu merasakan bahwa ia selalu memperhatikan walau terpisah jarak sekali pun, terima kasih ibu untuk nasihatnya agar saya tidak meninggalkan shalat, terima kasih ibu untuk kesediaannya memasak masakan kesukaan saya setiap kali saya pulang ke rumah, terima kasih ibu untuk tidak dimarahinya saya saat mengecewakannya, terima kasih ibu untuk kata-katanya, “kamu pasti bisa, ibu selalu mendoakan yang terbaik buat kamu”, terima kasih ibu untuk kesediaannya membelikan apa yang saya butuhkan bahkan ketika saya tidak memintanya, terima kasih ibu untuk mengucapkan “Selamat Ulang Tahun,Anakku” yang disertai serangkaian doa, terima kasih ibu untuk pelukannya sebagai obat yang sangat mujarab saat saya sakit, terima kasih ibu untuk mengajarkan saya tentang arti kesetiaan, ketegaran, kasih sayang dan masih banyak hal lainnya, terima kasih ibu untuk doa yang selalu ibu panjatkan bahkan ketika saya tidak meminta ia berdoa untuk saya, terima kasih ibu untuk kasih sayang yang tidak berhenti mengalir, terima kasih ibu untuk cintanya yang sama besar untuk saya dan adik, serta tidak pernah membedakan kami semua, terima kasih ibu untuk pengorbanannya dan menjadi sosok yang kuat  hingga menjadikanmu pahlawan bagi kami, dan terima kasih ibu untuk jutaan hal yang bahkan tak mampu saya tuliskan disini, terimakasih telah melakukan semuanya dengan penuh rasa cinta, tanpa pamrih, dan maafkan ananda yang bahkan belum bisa membuatmu bangga telah melahirkan ananda.

Salam hormat dan sujud ananda, untukmu Ibu…..

Selamat hari Ibu.

Tracklist:

01 Cupumanik – Ibu

02 Ada Band – Pesona Potretmu

03 Air – Mama

04 Kenny – cinta Untuk Mama

05 Naif – Lagu Wanita

06 Sania & Syatatha – Ibunda

07 Gita Gutawa – Surga Ditelapak kaki Ibu

08 Sakha – Ibu

09 Eddy Silitonga – Mama

10 Rafika Duri – Ibu

11 Titiek Puspa – Doa Ibu

12 Iwan Fals – Ibu

13 Dina Mariana – Kasih Ibu

14 Exist – Untukmu Ibu

15 Yacko – Ibunda

16 Chrisye – Bunda Tercinta

17 Potret – Bunda

18 Iga Mawarni – Pesan Bunda

19 Ikang Fawzi – Ibunda

20 Julius Sitanggang – Titip Rindu Buat Mama